Musim 2012/2013 banyak melahirkan pemain-pemain muda berbakat. Diantara mereka ada satu pemain muda yang bermain di klub yang terkenal dengan gudangnya pemain berumur, Apalagi kalau bukan AC.Milan. Meskipun terkenal jarang memainkan pemain muda, tapi dia mampu membuktikan kalau dia mampu bersaing dengan para seniornya yang sarat akan pengalaman. This is The Pharaoh from Savona, Stephan El Shaarawy. El Shaarawy menduduki peringkat 52 dari 100 pesepakbola terbaik dunia oleh majalah The Guardian.

Lifestyle

El Shaarawy lahir di Savona, Italia. Ayahnya adalah orang Mesir dan ibunya Italia. Karena dia memiliki garis keturunan Mesir inilah El Shaarawy dijuluki The Pharaoh atau Fir’Aun. El Shaarawy bergabung dengan klub Serie A, Genoa saat dia baru berumur 13 tahun. Menurut Wikipedia, El Shaarawy beragama muslim, namun dia tidak bisa berbahasa arab dan juga dia tidak menjalankan ibadah ramadhan sebagaimana mestinya.

Banyak yang membandingkan permainannya dengan wonderkid asal Brasil, Neymar. Menurut legenda AC.Milan, Jose Altafini, Permainan El Shaarawy sebanding dengan Neymar, posisi bermain mereka juga sama yaitu sebagai winger kiri dan bisa dipasang sebagai striker. Bahkan menurut Kevin Prince Boateng, El Shaarawy akan melampaui Zlatan Ibrahimovic namun untuk saat ini jangan terlalu membebaninya dengan harapan yang terlalu tinggi.

Anak muda memang selalu ingin tampil bergaya. Seperti Mario Balotelli yang punya gaya rambutnya sendiri, begitu pula halnya dengan pemain muda Stephan El Shaarawy dengan gaya rambutnya. Tapi siapa sangka gaya rambut Shaarawy mendapat protes dari para pemain senior di mana ia membela klub AC Milan di musim pertamanya. Dalam sebuah wawancara dengan Milan Channel di Acmilan.com (4/9), Stephan El Shaarawy mengakui hal itu. Pemain berusia 19 tahun ini membocorokan segala pengalaman pertamanya ketika membela Milan di musim 2011/2012.

“Beberapa pemain senior tidak menyukai gaya rambut saya dan mereka meminta (pemain senior) untuk memotong rambut saat pertama kali tiba di markas latihan Milan di Milanello,” ujar Shaarawy tanpa mau menyebut siapa pemain senior yang dimaksud.

Tapi, El Shaarawy pun dibela oleh salah seorang pemain Milan yang cukup senior. “Mereka mengatakan Marek Hamsik dan Djibril Cisse (saat itu Lazio) boleh-boleh saja menggunakan gaya rambut mowhak, kenapa dengan Stephan El Shaarawy tidak boleh,” ungkap El Shaarawy menirukan pemain senior Milan tersebut. Selain soal gaya rambut yang dibocorkan Stephan El Shaarawy, ia juga mengungkapkan bahwa ia tidak cocok bermain dengan Ibrahimovic.

Di Akhir musim, memang sempat terjadi sedikit perselisihan dan perbedaan pendapat di antara pemain senior Milan saat itu. Hal ini yang diduga membuat Milan melepas beberapa pemain senior seperti Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, hingga Alessandro Nesta.

Tapi, hingga kini El Shaarawy masih tetap menggunakan gaya rambut mowhawknya di AC Milan.  dikutip dari http://milanistibali.blogspot.com/

El Shaarawy bersama keluarganya

Karier di Liga

Karier sepakbolanya dimuali pada 21 Desember 2008, ketika itu dia baru berumur 16 tahun 55 hari, dia membuat caps debutnya di Serie A ketika Genoa bertandang ke markas Chievo, El Shaarawy menjadi pemain ke-empat termuda yang bermain di Serie A. Namun, aksinya cuma sampai itu saja pada musim tersebut.

Pada Juni 2010, dia dipinjamkan ke Padova yang bermain di Serie B. Pada masa pinjamannya itu, El Shaarawy menjelma menjadi pemain kunci Padova. Dia memegang peran penting ketika Padova mampu mencapai babak Play Off merebut tiket promosi ke Serie A, walaupun akhirnya kalah dari Novara.

Karena permainannya tersebut, Pada 25 juni 2011, AC.Milan mengontraknya dengan status kepemilikan bersama dengan Genoa. Pada 18 september 2011, El Shaarawy membaut partai debutnya bersama milan di kandang Napoli ketika mereka kalah 1-3 disana. Tiga hari kemudian, El Shaarawy bermain menggantikan Alexandre Pato, dia mencetak gol pertamanya untuk klub. Dengan skor yang berkesudahan 1-1 itu, El Shaarawy mulai sering dimainkan AC Milan.

El Shaarawy sedang melayani fans-nya yang meminta tanda tangan

Kariernya semakin menanjak pasca kepindahan Zlatan Ibrahimovic ke PSG. El Shaarawy berubah menjadi pemain kunci dan motor serangan dari klub I Rossonerri. Musim ini The Pharaoh sudah memainkan total 31 pertandingan dan 18 gol dari semua kompetisi yang dimainkan. Ditambah dengan kedatangan Mario Balotelli, Skuad Milan semakin solid serta bisa mengurangi beban El Shaarawy untuk mencetak gol.

Trio mohawk penyerang di AC.Milan, (ki-ka) Mbaye Niang, Mario Balotelli, Stephan El Shaarawy

Karier di Timnas

Kariernya di timnas Italia dimulai dari Timnas U-17, U-19, dan terakhir pada 15 agustus 2012, akhirnya dia membuat debutnya bersama timnas senior Italia, kala itu Italia menjamu Inggris di partai persahabatan. Tiga bulan kemudian El Shaarawy mencetak gol debutnya bersama timnas ketika melawan Prancis.

Sebelumnya tersiar kabar timnas Mesir berniat memanggilnya bermain di timnas, namun spekulasi itu dibantah oleh pelatihnya saat itu Hassan Sehata. Hassan mengatakan tidak semua pemain Mesir yang bermain di liga asing lebih baik dari yang bermain di liga lokal.

El Shaarawy ketika mencetak gol ke kagang Prancis

About regarcantona

Saya hanya seorang pecinta sepakbola... Cita-cita saya dulunya menjadi pemain profesional, namun kendala dari segi stamina dan skill yang tidak berkembang, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cita-cita itu. Namun bukan berarti saya meninggalkan hobby saya ini begitu saja. Sampai sekarang saya masih sering bermain meski hanya sebatas olahraga ringan saja.

One response »

  1. Nugraha Abah says:

    Apakah benar Stephan El Sharaawy turunan fir’aun?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s