Terlepas dari rivalitas Barcelona dan Real Madrid, Liga BBVA justru melahirkan calon bintang-bintang baru yang akan bersinar tahun-tahun mendatang. Pemain-pemain ini mampu membuktikan bahwa mereka pantas untuk bersaing di tim utama. Berikut adalah beberapa rising star yang saya kutip dari harian Marca.

Thibaut Courtois (11 Mei 1992) Atletico Madrid, Belgia

Pemain pinjaman dari Chelsea ini bersinar di Atletico Madrid. Posisi nya di bawah mistar gawang Los Rojiblancos tak tergoyahkan. Kiper asal Belgia ini mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain yang berkualitas. Dengan postur yang ideal serta cermat membaca arah bola. Meskipun umurnya masih terlalu muda, Courtois sudah sangat terkenal. Yang paling baru adalah trend foto fans dengan pose penyelamatan gawang yang di juluki oleh fans sebagai “Thibauting“. Apabila anda mengklik kata Thibauting di search Google atau Yahoo, maka yang tampak adalah foto2 dari fans Atletico dengan pose Thibauting. Kabar terakhir yang didapat, Atletico Madrid sedang berusaha mempermaen kan status nya di klub sekota Real Madrid ini.

Raphael Varane (25 April 1993) Real Madrid, Prancis

Wonderkid yang satu ini bergabung dengan Real Madrid di musim 2011 ketika berumur kurang lebih 18 tahun dari klub Prancis, Lens. Musim pertamanya banyak dihabiskan di Castilla, atau Real Madrid B. Musim ini Varane mulai sering dimainkan Jose Mourinho, bahkan sering di mainkan pada starting eleven. Namanya kian mencuat ketika mencetak gol ke gawang Barcelona ketika bentrok El Classico di semifinal Copa Del Rey kemarin. Tinggi, lugas, dan mampu memarking lawan adalah kelebihan bek masa depan Prancis ini.

Isco (21 April 1992) Malaga, Spanyol

Nama aslinya Francisco Román Alarcón Suárez. Isco merupakan pemain muda yang semakin bersinar di klub asal Andalusia ini. Dengan banderol 6 juta Euro, rasanya terlalu murah dibanding perannya di klub. Isco menjelma sebagai playmaker cerdik yang menjadi otak serangan Malaga musim ini. Tawaran dari klub-klub besar mencoba menggoda wonderkid ini.

Leo Baptistao (26 Agustus 1992) Rayo Vallecano, Brasil

Wonderkid asal Brasil ini baru memasuki musim keduanya di Rayo Valecano. Di musim ini Baptistao mencuat menjadi pemain yang berbahaya di depan gawang lawan. Dengan tinggi badan yang mumpuni, Baptistao unggul di bola-bola udara. Mantan tandem Neymar di Santos ini kabarnya sedang di pantau oleh Liverpool dan Manchester United.

Álvaro Morata (23 Oktober 1992) Real Madrid, Spanyol

Pemain kunci Castilla ini memang jarang diturunkan di tim utama oleh Jose Mourinho, namun apabila di berikan kesempatan bermain, Morata tak pernah tampil mengecewakan. Striker asli Madrid ini di gadang-gadang akan menjelma menjadi striker haus gol menyamai dua seniornya asal Madrid, Raul Gonzales dan Fernando Torres.

Koke (8 Januari 1992) Atletico Madrid, Spanyol

Nama aslinya Jorge Resurrección Merodio, Meskipun masih sangat muda, Koke sudah melakukan chaps liga ke-100 nya bersama Atletico Madrid. Gelandang serang yang satu ini semakin matang bersama Los Rojiblancos.

Geoffrey Kondogbia (15 Februari 1993) Sevilla, Prancis

Gelandang Bertahan muda asal Prancis ini sering tampil reguler bersama Sevilla. Tipe permainannya mengingatkan kita dengan pendahulunya, Patrick Vieira.

Juan Bernat (1 Maret 1993) Valencia, Spanyol

Salah satu wonderkid favorit para pelatih liga BBVA musim ini. Winger mungil asal Valencia ini sangat lincah, visi nya bagus. El Che sepertinya sudah tidak merasa kehilangan lagi pasca hengkangnya Jordi Alba ke Barcelona

Joel Campbell (26 Juni 1992) Real Betis, Kosta Rika

Pemain yang dipinjam dari Arsenal ini bersinar di Real Betis musim ini. Arsene Wenger tak pernah kehabisan stok pemain muda berkualitas. Joel Cambell selalu tampil reguler di tim inti Real Betis di musim ini.

Bagi fans Barcelona, jangan beranggapan kalau penulis anti dengan Barcelona dengan tidak memasukkan salah satu pemainnya, data ini asli penulis dapat dari harian terkenal Spanyol, Marca.

Copy paste boleh, asal cantumin sumbernya ya… keep sportif

regar cantona

About regarcantona

Saya hanya seorang pecinta sepakbola... Cita-cita saya dulunya menjadi pemain profesional, namun kendala dari segi stamina dan skill yang tidak berkembang, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cita-cita itu. Namun bukan berarti saya meninggalkan hobby saya ini begitu saja. Sampai sekarang saya masih sering bermain meski hanya sebatas olahraga ringan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s